• gambar
  • gambar
  • 2
  • bru
  • tes
  • df
  • HUT RI ke 76

Selamat Datang di Website MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 MEMPAWAH. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


MADRASAH ALIYAH NEGERI MEMPAWAH

NPSN : 30112567

Jalan Bemban Desa Sejegi Kec.Mempawah Timur, Mempawah


[email protected]

TLP : 0265656565


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 112043
Pengunjung : 47639
Hari ini : 121
Hits hari ini : 297
Member Online : 0
IP : 216.73.216.3
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

“Al-Qur’an Jalan Hidupku” Menjadi Kompas Moral Generasi Muda




Mempawah, Senin (8/9/2025) — Aula MAN Mempawah dipenuhi nuansa syukur dan kebersamaan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung pada pukul 08.00–11.00 WIB. Mengusung tema “Al-Qur’an Jalan Hidupku”, kegiatan ini menghadirkan KH. Muhammad Nur Effendi, seorang dai asal Jakarta, sebagai penceramah utama. Melalui tausyiahnya yang menggugah, KH. Nur Effendi mengajak keluarga besar madrasah meneguhkan kembali komitmen untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan.

Dalam paparan utamanya, KH. Muhammad Nur Effendi menekankan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW niscaya berujung pada komitmen menghidupkan Al-Qur’an dan sunnah dalam perilaku nyata. Ia mengurai relevansi Al-Qur’an bagi generasi hari ini: membentuk akhlak, menuntun keputusan, serta menjadi sumber ketenangan di tengah derasnya arus informasi digital.

“Tema Al-Qur’an Jalan Hidupku berarti menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi kompas moral,” urai beliau. “Di kelas, di rumah, di media sosial—Al-Qur’an menuntun cara kita berpikir, berkata, dan bertindak. Kita meneladani Rasulullah melalui akhlak, kejujuran, kepedulian sosial, dan disiplin.”

Lebih jauh, KH. Nur Effendi mendorong budaya literasi Al-Qur’an yang menyeluruh: memperindah bacaan (tartil), memahami makna (tadabbur), dan mengamalkan kandungan (tathbiq) secara konsisten. “Target kecil yang berulang—seperti tilawah harian—akan melahirkan kebiasaan baik yang besar,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala MAN Mempawah, Tutik Rusmawati, M.Pd., memberikan sambutan yang menegaskan arah kebijakan nilai di madrasah.

“Dengan peringatan Maulid ini, jadikan momentum Maulid ini untuk memperkuat kecintaan kita kepada Rasulullah dengan cara mengikuti sunnah dan menghidupkan Al-Qur’an dalam tiap langkah kehidupan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan hidup. Tidak lupa mengucapkan terima kasih pada rombongan KH. Nur Effendi yang sudi berkunjung dan memberikan tausyiahnya,” ujar Tutik Rusmawati, M.Pd.

Sambutan tersebut menjadi pengikat makna acara: Maulid bukan hanya perayaan seremonial, melainkan ajakan memperbarui komitmen spiritual dan etos belajar. Di lingkungan MAN Mempawah, nilai-nilai kedisiplinan, kepedulian, dan integritas menjadi pilar pembelajaran yang diinternalisasi dalam budaya sekolah.

Apresiasi Kasi Penmad dan Harapan “Madrasah Hebat Bermartabat”

Hadir pula dalam kegiatan ini Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Mempawah, Rudiansah, M.Pd.I, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya Maulid di MAN Mempawah sebagai bagian dari safari dakwah KH. Nur Effendi.

“Mengucapkan selamat datang pada KH. Nur Effendi yang telah melaksanakan safari dakwah di MAN Mempawah. Melalui sambutan ini, kami menyampaikan permohonan agar MAN Mempawah dapat menjadi madrasah yang hebat dan bermartabat. Selain itu, kami berpesan pada para peserta agar mengambil hikmah dari tausyiah yang disampaikan, agar mendapat pelajaran serta menerapkan apa saja yang diwasiatkan oleh Rasulullah,” ujar Rudiansah, M.Pd.I.

Harapan tersebut sejalan dengan semangat Madrasah Hebat Bermartabat—mendorong satuan pendidikan agama untuk unggul dalam prestasi akademik, karakter, dan kontribusi sosial. Momentum Maulid menjadi ruang evaluasi bersama: sejauh mana pelajar dan seluruh sivitas madrasah mentransformasikan nilai ilahiah menjadi budaya nyata.

Nilai, Teladan, dan Aksi Nyata

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, serta penampilan siswa yang menampilkan keterampilan seni Islami. Kehadiran KH. Nur Effendi memantik antusiasme peserta; rangkaian kisah teladan Rasulullah SAW disampaikan dengan bahasa yang hangat dan kontekstual—menegaskan bahwa teladan Nabi relevan untuk semua zaman.

Dalam sesi inti, KH. Nur Effendi menuturkan tiga aksi sederhana untuk menghidupkan Al-Qur’an di lingkungan madrasah:

Membiasakan tilawah harian: membangun kedekatan hati dengan kalamullah, meski hanya beberapa ayat tetapi konsisten.

Menguatkan akhlak digital: menahan jempol dari ujaran kebencian, hoaks, dan unggahan yang merendahkan martabat; memilih kata yang santun dan bermanfaat.

Menghidupkan budaya saling menasihati: guru, tenaga kependidikan, dan siswa saling mengingatkan dalam kebaikan sebagai keluarga besar madrasah.

Ketiganya, menurut beliau, adalah jembatan praktis agar tema “Al-Qur’an Jalan Hidupku” nyata terasa dalam ritme keseharian warga madrasah.

Acara berlangsung khidmat namun hangat: para peserta mengikuti rangkaian dengan tertib, bershalawat bersama, serta aktif berdialog pada sesi tanya jawab. Para guru memanfaatkan momen ini untuk mengikat kembali komitmen penguatan karakter; siswa pun tampak antusias menyimak kisah-kisah perjuangan Nabi yang ditarik relevansinya dengan kehidupan remaja masa kini—mulai dari etos belajar, taat orang tua, hingga kepedulian sosial.

Puncak acara ditandai dengan doa bersama yang dipimpin KH. Nur Effendi agar keluarga besar MAN Mempawah diberi kekuatan untuk menghidupkan Al-Qur’an dalam hati, lisan, dan perbuatan. Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh panitia, guru, tenaga kependidikan, dan peserta yang turut menyukseskan peringatan Maulid tahun ini.

Menutup rangkaian, pihak madrasah menegaskan kembali bahwa tema “Al-Qur’an Jalan Hidupku” akan dijahitkan ke dalam program pembiasaan positif di lingkungan sekolah: budaya salam-sapa, literasi Al-Qur’an, layanan konseling berbasis nilai-nilai Qur’ani, dan pembinaan kepemimpinan siswa. Dengan demikian, Maulid menjadi pemantik gerakan kolektif, bukan sekadar agenda tahunan.

Kegiatan kemudian diakhiri pada pukul 11.00 WIB dengan penuh kehangatan. Semoga semangat Maulid menumbuhkan generasi pembelajar yang berakhlak, literat, dan bermanfaat bagi sesama—seraya menjadikan Al-Qur’an benar-benar sebagai jalan hidup.FF293



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas