MAN Mempawah Gelar Upacara Bendera, Tekankan Pentingnya Keselamatan Berkendara

Mempawah – Senin, 15 September 2025, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mempawah kembali menggelar upacara bendera rutin yang diikuti oleh seluruh dewan guru, tenaga kependidikan, dan siswa-siswi di lapangan utama madrasah. Upacara kali ini terasa istimewa karena menghadirkan Aipda Martin, PS Kanit Kamsel Satlantas Polres Mempawah, sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan penting terkait keselamatan berkendara dan disiplin berlalu lintas, yang kini menjadi perhatian serius di Kabupaten Mempawah.
Dalam penyampaiannya, Aipda Martin menegaskan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Mempawah masih tergolong tinggi, bahkan menempati peringkat ketiga tertinggi di Kalimantan Barat. Fakta ini tentu mengkhawatirkan, terlebih karena mayoritas penyebab kecelakaan berawal dari ketidakpatuhan pengendara terhadap aturan berlalu lintas.
“Banyak kasus kecelakaan yang sebenarnya bisa dihindari jika pengendara lebih disiplin, baik dalam mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kelayakan kendaraan, maupun melengkapi diri dengan perlengkapan standar seperti helm, spion, dan kondisi ban yang layak,” tegasnya.
Selain faktor kelalaian pengendara, kondisi lingkungan dan infrastruktur jalan juga turut mempengaruhi tingginya angka kecelakaan. Oleh karena itu, para pelajar diimbau untuk selalu mendahulukan keselamatan diri sendiri dan orang lain ketika berkendara.
Tak hanya soal disiplin berlalu lintas, Aipda Martin juga menyinggung fenomena penggunaan gadget di kalangan remaja. Ia mengingatkan agar para siswa mampu mengendalikan diri dalam menggunakan smartphone. “Gunakanlah gadget untuk hal-hal yang positif, seperti belajar, mencari informasi bermanfaat, atau pengembangan diri. Jangan sampai teknologi justru membawa dampak negatif yang merugikan masa depan kalian,” ujarnya.
Sebagai generasi penerus bangsa, para siswa MAN Mempawah diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Dengan jumlah pelajar yang sebagian besar sudah menggunakan kendaraan bermotor, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi kunci penting untuk menekan angka kecelakaan.
“Jangan sampai di antara kita yang berdiri tegak di lapangan ini, justru menjadi korban selanjutnya di jalan raya. Mari kita utamakan keselamatan, karena keluarga menanti kepulangan kita di rumah dengan selamat,” pesan Aipda Martin menutup amanatnya.
Apa yang disampaikan dalam upacara bendera ini sejatinya memiliki keterkaitan erat dengan Asta Protas Kementerian Agama RI (2025–2029) yang baru-baru ini diluncurkan. Terdapat beberapa bingkai yang selaras antara pesan keselamatan berkendara dengan delapan program prioritas Kemenag:
- Cinta Kemanusiaan → Menjaga Jiwa di Jalan Raya
Menjaga keselamatan saat berkendara merupakan wujud nyata dari cinta kemanusiaan. Agama mengajarkan pentingnya ḥifẓ al-nafs (menjaga jiwa) sebagai salah satu tujuan utama syariat. Dengan disiplin berlalu lintas, siswa MAN Mempawah turut mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan yang sejalan dengan visi Kemenag.
- Pendidikan Unggul → Integrasi Keselamatan Berlalu Lintas di Madrasah
MAN Mempawah sebagai lembaga pendidikan dapat mengintegrasikan edukasi disiplin berlalu lintas dalam pembelajaran, baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga terampil dalam membangun budaya tertib dan aman di masyarakat.
- Layanan Keagamaan Berdampak → Penyuluh dan Dai Menyampaikan Pesan Disiplin Berlalu Lintas
Kehadiran pihak kepolisian dalam memberikan amanat pada upacara bendera merupakan bentuk nyata sinergi antara lembaga negara dengan lembaga pendidikan agama. Pesan moral tentang keselamatan lalu lintas dapat terus diperkuat melalui penyuluh agama, dai, dan tokoh masyarakat agar menumbuhkan kesadaran kolektif.
Kepala MAN Mempawah, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Satlantas Polres Mempawah atas dukungan dan kerjasama dalam memberikan edukasi kepada siswa. Ia berharap seluruh warga madrasah mampu menjadi teladan tertib lalu lintas di lingkungannya.
“Sebagai madrasah yang berakreditasi A dan memiliki moto Ikhlas Beramal, Maju dengan Ilmu, dan Tumbuh dengan Akhlak, kami ingin anak-anak MAN Mempawah tidak hanya berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik, tetapi juga menjadi contoh dalam disiplin sosial, termasuk dalam berlalu lintas. Inilah wujud nyata dari nilai SPORTIF (Santun, Peduli, Optimis, Ramah, Tertib, Inovatif, Familiar) yang kami tanamkan,” jelasnya.
Upacara bendera kali ini menjadi momen penting untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh warga MAN Mempawah dalam menjaga keselamatan berlalu lintas. Dengan disiplin, kepatuhan, serta pemanfaatan teknologi secara bijak, diharapkan para siswa dapat berkontribusi menciptakan Kabupaten Mempawah yang aman, tertib, dan harmonis.
Lebih jauh, pesan ini juga selaras dengan semangat Asta Protas Kemenag, yang menekankan cinta kemanusiaan, pendidikan unggul, dan layanan keagamaan berdampak. Dengan demikian, keselamatan berkendara bukan hanya urusan lalu lintas, tetapi juga bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral sebagai umat beragama. FF293
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Penilaian Kinerja Kepala Madrasah MAN Mempawah Tahun 2025 Dorong Penguatan Mutu Kepemimpinan
- Sosialisasi Universitas Indonesia Dorong Siswa Kelas XII MAN Mempawah Menatap Masa Depan
- Prestasi Seni Budaya Menggema di Lapangan Upacara, MAN Mempawah Serahkan Sertifikat Pemenang Ajang E
- MAN Mempawah Gelar Rapat Awal Semester Genap, Mantapkan Kinerja dan Integritas Lembaga
Kembali ke Atas



