Film “Aksara di Ujung Desa”: Karya Inspiratif Siswa MAN Mempawah Siap Berlaga di FFPK

Mempawah, 1 November 2025 — Di tengah geliat dunia pendidikan yang semakin mendorong kreativitas siswa, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mempawah kembali membuktikan diri sebagai salah satu madrasah yang tak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing dalam ranah perfilman pelajar. Melalui karya film pendek berjudul “Aksara di Ujung Desa”, siswa-siswi MAN Mempawah siap menorehkan prestasi di ajang bergengsi Festival Film Pelajar Khatulistiwa (FFPK) 2025 yang diselenggarakan di Provinsi Kalimantan Barat.
Festival Film Pelajar Khatulistiwa atau disingkat FFPK merupakan ajang tahunan yang diinisiasi oleh komunitas kreatif dan instansi pendidikan di Kalimantan Barat. Tujuan utamanya ialah memberi ruang ekspresi bagi pelajar dalam menuangkan gagasan melalui media film. Tahun 2025, FFPK mengusung tema “Membangun Kota, Membangun Desa”, sebagai simbol semangat generasi muda dalam berkontribusi terhadap kemajuan daerahnya melalui karya sinematik yang inspiratif dan bermakna sosial.
Ajang ini telah menjadi sarana penting bagi para pelajar SMP, SMA, dan MA se-Kalimantan Barat untuk mengasah keterampilan bercerita, belajar teknik sinematografi, dan menumbuhkan rasa empati terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Bahkan, beberapa peserta dari luar Kalimantan Barat turut berpartisipasi, menjadikan FFPK wadah kolaborasi antardaerah yang memperkuat jejaring sineas muda Indonesia.
Di tengah persaingan tersebut, muncul karya menonjol dari siswa MAN Mempawah berjudul “Aksara di Ujung Desa”. Film ini merupakan hasil kerja keras tim pelajar madrasah yang mengusung kisah sederhana namun sarat makna. Cerita berfokus pada perjuangan anak-anak desa dalam menggapai pendidikan, di tengah keterbatasan akses dan fasilitas belajar. Melalui narasi yang menyentuh dan karakter yang kuat, film ini mencoba menggambarkan bahwa semangat menuntut ilmu tidak pernah padam, meski di ujung desa sekalipun.
Film ini digarap secara orisinal oleh tim produksi siswa MAN Mempawah. Seluruh kru dan pemeran merupakan siswa aktif yang berkolaborasi dalam berbagai bidang produksi film.
Beberapa nama di balik layar antara lain:
- Produser: Rizky Syahreza
- Sutradara: Aisyah Kurniawati
- Penulis Naskah: Raisyafa Affani
- Kameramen dan Editor: Muh Rheihan Al Faraby
- Penata Kostum & Tata Rias: Anisa
- Tim Properti: Iqbal Trian R., Adit Alandra S., dan Candra Aditya
Sementara itu, para pemeran utama meliputi Muh. Rizky Syahreza, Fahril Nur Ikhsan, Dea Ayu Lestari, Indra Maulana, dan Resti Purna Mauladi.
Proses produksi dilakukan di berbagai lokasi sekitar Kabupaten Mempawah, termasuk area persawahan, sekolah, dan lingkungan pedesaan yang masih alami. Dengan sentuhan sinematografi yang sederhana namun kuat, film ini berhasil memvisualisasikan keindahan pedesaan sekaligus menghadirkan pesan moral yang dalam: bahwa setiap langkah menuju pendidikan adalah perjuangan yang bernilai luhur.
Kesuksesan produksi “Aksara di Ujung Desa” tidak lepas dari dukungan kuat seluruh elemen madrasah. Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan, Faridah, S.P.I, turut memantau jalannya proses pembuatan film, memastikan kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus pembentukan karakter bagi para siswa. Selain itu, para guru pembimbing seperti Chairul Mahfuddin, S.Pd, Sinthiya Astrina Putri, S.Pd, Hartatik, S.Pd, dan Aldinta Budi Wulansari, S.Pd turut terlibat aktif memberikan bimbingan teknis dan moral.
Kepala MAN Mempawah, Tutik Rusmawati, M.Pd, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas dedikasi siswa-siswinya. Dalam keterangannya, beliau mengungkapkan,
“Alhamdulillah… Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim film, koordinator lomba, serta bapak-ibu guru dan tenaga kependidikan yang telah mendukung penuh proses syuting film ini. Semoga film ini menjadi inspirasi bagi anak-anak madrasah di seluruh Kalimantan Barat dan membawa pulang kemenangan pada ajang FFPK tahun ini,” ujar Tutik Rusmawati penuh harap.
Beliau menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan semangat madrasah dalam membentuk generasi “Maju dengan Ilmu dan Tumbuh dengan Akhlak”, di mana kreativitas pelajar diiringi dengan nilai-nilai moral dan religiusitas.
Sebagai media komunikasi massa, film memiliki kekuatan besar untuk menyampaikan pesan sosial dan moral. Dalam konteks pendidikan, FFPK menjadi wadah strategis bagi siswa madrasah untuk menyalurkan gagasan positif. Melalui “Aksara di Ujung Desa”, para siswa ingin menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap anak, di kota maupun di desa.
Cerita film ini mengangkat realitas keseharian masyarakat pedesaan, di mana semangat belajar sering kali menghadapi rintangan berupa jarak, keterbatasan fasilitas, dan kondisi ekonomi. Namun, dengan tekad dan kerja keras, para tokohnya menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat menembus segala batas geografis.
Sutradara muda Aisyah Kurniawati mengatakan, ide film ini muncul dari pengamatan terhadap kehidupan di sekitar lingkungan madrasah.
“Kami ingin menampilkan cerita yang dekat dengan realitas masyarakat, tapi dikemas dengan cara yang menggugah. Kami ingin penonton merasa bahwa perjuangan menuntut ilmu itu indah, walau kadang penuh tantangan,” ujarnya.
Proses pembuatan film ini bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler biasa, melainkan pengalaman belajar nyata. Para siswa belajar tentang penulisan naskah, penyutradaraan, pengambilan gambar, pengeditan, serta bagaimana mengelola proyek kreatif secara profesional.
Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Produser Muh. Rizky Syahreza mengaku bangga dapat memimpin rekan-rekannya dalam proyek ini.
“Awalnya kami tidak menyangka bisa membuat film seperti ini. Tapi berkat dukungan guru dan teman-teman, akhirnya semua proses bisa diselesaikan dengan semangat dan gotong royong,” tuturnya dengan antusias.
Proyek ini juga menjadi momentum penting bagi madrasah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dengan dunia kreatif. Melalui perfilman, siswa belajar menghargai proses, berpikir kritis, dan berkomunikasi secara efektif — nilai-nilai yang sangat dibutuhkan di era digital.
FFPK bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang pembelajaran dan pertemuan ide antar pelajar se-Kalimantan Barat. Dengan tema besar “Membangun Kota, Membangun Desa”, kegiatan ini menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui karya anak muda yang menyentuh hati masyarakat.
Kepala Madrasah, Tutik Rusmawati, berharap film “Aksara di Ujung Desa” dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan dan membawa nama MAN Mempawah ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kami berdoa agar karya ini mendapat apresiasi terbaik. Tapi lebih dari itu, kami bangga karena anak-anak sudah menunjukkan karakter tangguh, mandiri, dan kreatif — ciri khas insan madrasah sejati,” ujarnya.
Selain dukungan internal madrasah, masyarakat Mempawah juga diharapkan turut memberikan dukungan moral terhadap karya anak-anak muda daerah. Keterlibatan komunitas kreatif, guru, dan siswa di berbagai sekolah menjadi bukti nyata bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi besar di bidang perfilman pelajar.
Film “Aksara di Ujung Desa” bukan hanya karya visual, melainkan cermin nilai kehidupan yang dekat dengan masyarakat. Ia mengajarkan bahwa di balik keterbatasan selalu ada semangat, dan di ujung desa pun tersimpan cahaya pengetahuan yang tak pernah padam.
Dengan semangat Ikhlas Beramal dan moto madrasah SPORTIF (Santun, Peduli, Optimis, Ramah, Tertib, Inovatif, Familiar), MAN Mempawah terus berkomitmen melahirkan generasi pelajar yang berkarakter, kreatif, dan cinta budaya.
Sebagaimana tajuk film ini, “Aksara di Ujung Desa” menjadi simbol bahwa setiap huruf perjuangan yang ditulis oleh para pelajar madrasah akan membentuk kalimat besar tentang masa depan bangsa. FF293
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Penilaian Kinerja Kepala Madrasah MAN Mempawah Tahun 2025 Dorong Penguatan Mutu Kepemimpinan
- Sosialisasi Universitas Indonesia Dorong Siswa Kelas XII MAN Mempawah Menatap Masa Depan
- Prestasi Seni Budaya Menggema di Lapangan Upacara, MAN Mempawah Serahkan Sertifikat Pemenang Ajang E
- MAN Mempawah Gelar Rapat Awal Semester Genap, Mantapkan Kinerja dan Integritas Lembaga
Kembali ke Atas



