Pembacaan Surah Yaasin Bersama di MAN Mempawah Doa dan Duka untuk Almarhum Kabid Penmad

Mempawah, 10 November 2025 — Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mempawah pada Senin pagi, 10 November 2025. Seluruh keluarga besar madrasah berkumpul dalam satu majelis doa, melantunkan Surah Yaasin dan menundukkan kepala dalam kekhusyukan. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan bentuk penghormatan dan doa bersama untuk mendiang Bapak H. Sipni, S.Pd.I, M.Pd, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, yang berpulang ke rahmatullah pada dini hari yang sama, pukul 02.20 WIB, di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak.
Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan setelah upacara bendera Hari Pahlawan yang digelar di lapangan madrasah. Momen bersejarah bagi bangsa itu berpadu dengan duka mendalam bagi dunia pendidikan madrasah di Kalimantan Barat. Di bawah arahan Waka Kesiswaan MAN Mempawah, Ibu Faridah, S.Pd.I, serta koordinasi Koordinator OSIM, Bapak Chairul Mahfuddin, S.Pd, kegiatan pembacaan Yaasin diikuti oleh seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik MAN Mempawah.
Sejak pagi, suasana madrasah tampak berbeda dari biasanya. Usai upacara, para guru dan siswa beriringan menuju Aula MAN Mempawah dengan langkah perlahan dan tenang. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an bergema lembut di ruangan itu, menciptakan nuansa penuh hikmah dan keheningan spiritual. Ananda Muhammad Rizky Syahreza, siswa kelas XII, memimpin pembacaan Surah Yaasin dengan suara merdu dan tartil yang menggugah perasaan. Sementara itu, Ananda Muhammad Rheihan Al Faraby menutup rangkaian dengan doa khusyuk yang dipanjatkan untuk almarhum agar segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.
“Beliau adalah sosok yang sangat berperan dalam pengembangan pendidikan madrasah di Kalimantan Barat. Banyak terobosan dan inovasi beliau yang telah kami rasakan manfaatnya,” ungkap Ibu Faridah, S.Pd.I, ketika memberikan sambutan singkat sebelum pembacaan Yaasin dimulai. Beliau juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas civitas madrasah terhadap keluarga besar Kementerian Agama, terutama di lingkungan pendidikan madrasah.
Kabar duka tentang wafatnya Bapak H. Sipni, S.Pd.I, M.Pd, menyebar cepat ke seluruh jajaran madrasah di Kalimantan Barat. Almarhum dikenal sebagai figur pemimpin yang visioner, disiplin, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap peningkatan mutu pendidikan Islam. Ia banyak meninggalkan jejak inspiratif melalui program pembinaan madrasah unggul dan penguatan karakter siswa.
Jenazah almarhum diberangkatkan dari Pontianak menuju rumah duka di Kabupaten Sambas, tempat beliau dimakamkan. Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat Kementerian Agama, kepala madrasah, hingga para guru dan siswa di seluruh provinsi. Bagi keluarga besar MAN Mempawah, kepergian almarhum meninggalkan kesan mendalam, mengingat peran dan perhatian beliau terhadap berbagai program pembinaan madrasah di daerah tersebut.
Kegiatan pembacaan Yaasin ini juga menjadi momen refleksi spiritual bagi seluruh warga madrasah. Kegiatan ini mengingatkan kembali pentingnya nilai-nilai keikhlasan, kebersamaan, dan doa dalam menuntun langkah kehidupan. Kepala Madrasah MAN Mempawah, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini merupakan wujud nyata karakter madrasah sebagai lembaga yang menanamkan keseimbangan antara ilmu dan iman.
“Madrasah tidak hanya mencetak siswa cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan peduli terhadap sesama. Hari ini, kita belajar dari duka yang datang, bahwa kematian adalah pengingat agar kita terus berbuat baik dan memberi manfaat,” ujarnya.
Selain menjadi kegiatan doa bersama, momentum ini juga menjadi bentuk pembelajaran karakter bagi para siswa. Mereka tidak hanya diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan religius, tetapi juga memahami nilai solidaritas dan empati. Kegiatan yang sederhana ini memancarkan energi positif, mempererat hubungan antara guru dan siswa, serta menegaskan kembali bahwa madrasah adalah tempat bersemainya nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.
Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Tidak terdengar suara gaduh atau lalu-lalang yang mengganggu suasana. Setiap peserta mengikuti rangkaian dengan sikap hormat dan penuh kesadaran. Di akhir kegiatan, seluruh peserta bersama-sama mengucap Al-Fatihah untuk almarhum, menandai berakhirnya acara doa bersama yang penuh makna tersebut.
Peristiwa ini menjadi catatan penting dalam perjalanan MAN Mempawah. Di tengah suasana peringatan Hari Pahlawan yang biasanya dirayakan dengan semangat perjuangan, kali ini madrasah juga meneladani makna kepahlawanan dalam wujud yang lain — yaitu kepahlawanan dalam ketulusan, pengabdian, dan doa.
Dari aula sederhana itu, pesan moral mengalir deras: bahwa setiap insan yang berdedikasi bagi pendidikan adalah pahlawan bagi generasi. Meninggalnya seorang tokoh pendidikan seperti Bapak H. Sipni tidak berarti kehilangan semangat, tetapi justru menjadi pengingat bahwa warisan perjuangan beliau harus diteruskan oleh generasi pendidik berikutnya.
Kegiatan yang diprakarsai oleh bidang kesiswaan bersama organisasi siswa ini menjadi contoh bagaimana madrasah dapat bergerak cepat dan peka terhadap situasi sosial di lingkungannya. Dengan kolaborasi antara guru dan siswa, acara berlangsung lancar, tertib, dan menyentuh hati.
Dalam penutup acara, Waka Kesiswaan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, sembari mengajak seluruh warga madrasah untuk terus mendoakan almarhum. “Semoga amal jariyah beliau terus mengalir melalui setiap langkah dan prestasi yang kita capai di dunia pendidikan madrasah,” tuturnya penuh haru.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa MAN Mempawah bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga komunitas yang hidup dengan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Dari duka yang datang di Hari Pahlawan, tumbuhlah semangat baru untuk melanjutkan perjuangan di bidang pendidikan — perjuangan yang meneladani ketulusan, semangat, dan dedikasi almarhum dalam membangun dunia madrasah di Kalimantan Barat. FF293
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Penilaian Kinerja Kepala Madrasah MAN Mempawah Tahun 2025 Dorong Penguatan Mutu Kepemimpinan
- Sosialisasi Universitas Indonesia Dorong Siswa Kelas XII MAN Mempawah Menatap Masa Depan
- Prestasi Seni Budaya Menggema di Lapangan Upacara, MAN Mempawah Serahkan Sertifikat Pemenang Ajang E
- MAN Mempawah Gelar Rapat Awal Semester Genap, Mantapkan Kinerja dan Integritas Lembaga
Kembali ke Atas



