Pembinaan dan Pelatihan Muadzin serta Ma’syiral Sholat Jum’at, MAN Mempawah Cetak Generasi Religius

Mempawah – Upaya membentuk generasi madrasah yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga tangguh dalam praktik keagamaan, terus diwujudkan MAN Mempawah melalui berbagai program pembinaan karakter. Salah satu langkah konkret tersebut terealisasi melalui kegiatan pembinaan dan pelatihan muadzin serta ma’syiral sholat Jum’at bagi siswa kelas X hingga kelas XII yang digelar pada Kamis (5/2/2026) di Aula MAN Mempawah. Program ini menjadi agenda unggulan madrasah yang telah dirancang sejak jauh hari sebagai bekal keterampilan spiritual dan sosial bagi peserta didik sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat.
Sejak pagi hari, suasana aula madrasah tampak berbeda dari biasanya. Siswa berkumpul dengan raut wajah antusias, memenuhi ruangan dengan semangat belajar yang khas. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut menghadirkan pemateri berpengalaman, H. Junaidi, S.H.I, yang dikenal memiliki kompetensi dalam bidang keagamaan serta pembinaan praktik ibadah. Kehadirannya memberikan warna tersendiri sekaligus menjadi magnet perhatian bagi para peserta.
Kegiatan ini pada dasarnya menjawab kebutuhan nyata di lingkungan masyarakat. Tidak sedikit generasi muda yang memiliki pengetahuan teori keislaman, namun belum percaya diri ketika diminta menjadi muadzin atau memimpin rangkaian pelaksanaan sholat Jum’at. Melalui pelatihan terstruktur, MAN Mempawah berupaya menutup celah tersebut dengan menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, sehingga siswa mampu mempraktikkan peran-peran ibadah secara langsung dan benar sesuai tuntunan syariat.
Dalam sesi pembukaan, panitia menyampaikan bahwa program pembinaan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter religius dengan keterampilan hidup bermasyarakat. Madrasah tidak hanya menyiapkan siswa untuk sukses di bangku kuliah atau dunia kerja, tetapi juga membekali mereka dengan kapasitas menjadi pelayan umat—baik sebagai muadzin, pembawa ma’syiral, maupun petugas keagamaan lainnya. Dengan demikian, lulusan MAN Mempawah diharapkan mampu hadir sebagai teladan di lingkungan masing-masing.
Materi pelatihan diawali dengan penguatan pemahaman tentang makna dan kedudukan adzan sebagai panggilan suci yang mengajak umat Islam menuju ibadah. Pemateri menjelaskan teknik vokal, pengaturan napas, ketepatan tajwid, hingga intonasi suara yang harmonis agar lantunan adzan terdengar jelas, indah, dan menggugah. Siswa diajak mempraktikkan secara bergantian, sehingga suasana aula sesekali dipenuhi gema adzan dari berbagai karakter suara.
Tidak hanya teori, pelatihan berlangsung secara interaktif. H. Junaidi memberikan koreksi langsung pada setiap penampilan siswa, mulai dari artikulasi huruf, tempo bacaan, hingga sikap tubuh ketika berdiri di mimbar atau mikrofon. Pendekatan ini membuat peserta lebih percaya diri karena dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing secara nyata. Beberapa siswa yang awalnya ragu tampak mulai berani mencoba kembali dengan suara lebih mantap.
Selain pelatihan muadzin, sesi berikutnya difokuskan pada pembinaan ma’syiral sholat Jum’at. Peserta dibimbing memahami susunan tata acara, adab berbicara di depan jamaah, serta pemilihan diksi yang santun dan komunikatif. Keterampilan public speaking menjadi bagian penting, sebab seorang pembawa ma’syiral dituntut mampu menyampaikan informasi dengan runtut, jelas, dan berwibawa. Latihan demi latihan dilakukan agar siswa terbiasa berbicara di hadapan banyak orang tanpa rasa canggung.
Pemateri menekankan bahwa tugas muadzin maupun ma’syiral bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan amanah yang sarat nilai ibadah. Setiap lantunan dan ucapan harus dilandasi niat tulus serta kesadaran akan tanggung jawab moral. Pesan tersebut disambut serius oleh para siswa, yang tampak menyimak dengan penuh perhatian. Bagi mereka, pelatihan ini bukan hanya pengalaman baru, tetapi juga kesempatan mengasah jati diri sebagai generasi muslim yang berdaya guna.
Selama kegiatan berlangsung hingga pukul 11.15 WIB, suasana aula terasa hidup dan dinamis. Interaksi antara pemateri dan peserta terjalin akrab. Tawa ringan sesekali terdengar ketika terjadi kesalahan kecil, namun segera berubah menjadi semangat perbaikan. Energi kebersamaan inilah yang menjadikan pelatihan terasa menyenangkan tanpa kehilangan esensi pembelajaran.
Secara keseluruhan, pembinaan ini menjadi refleksi nyata dari visi MAN Mempawah dalam melahirkan insan yang berilmu sekaligus berakhlak. Madrasah menyadari bahwa pendidikan agama tidak cukup berhenti pada hafalan atau teori, melainkan harus diwujudkan melalui praktik langsung yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Dengan keterampilan yang diperoleh, para siswa diharapkan mampu mengambil peran aktif ketika berada di masjid, mushala, maupun kegiatan keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya.
Pihak madrasah menilai kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan, bahkan direncanakan menjadi program rutin setiap tahun. Harapannya, semakin banyak siswa yang siap tampil sebagai muadzin dan ma’syiral, sehingga madrasah memiliki sumber daya religius yang kuat dan siap diberdayakan kapan pun dibutuhkan.
Menjelang akhir kegiatan, peserta tampak meninggalkan aula dengan ekspresi puas dan bangga. Mereka membawa pengalaman baru yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial. Pelatihan ini menjadi penegas bahwa madrasah adalah ruang pembentukan karakter yang utuh—tempat ilmu, iman, dan keterampilan berpadu dalam satu tarikan napas.
Melalui program unggulan ini, MAN Mempawah kembali meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif dan kontributif. Bukan sekadar mendidik siswa untuk diri sendiri, melainkan mempersiapkan generasi yang siap mengabdi bagi masyarakat. Dari aula sederhana itu, lahir suara-suara adzan dan kalimat ma’syiral yang kelak akan menggema di berbagai penjuru, menjadi penanda hadirnya kader-kader muda yang siap menjaga syiar Islam dengan penuh tanggung jawab.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Perkuat Sinergi dan Akselerasi Program Pengembangan Madrasah
- Penilaian Kinerja Kepala Madrasah MAN Mempawah Tahun 2025 Dorong Penguatan Mutu Kepemimpinan
- Sosialisasi Universitas Indonesia Dorong Siswa Kelas XII MAN Mempawah Menatap Masa Depan
- Prestasi Seni Budaya Menggema di Lapangan Upacara, MAN Mempawah Serahkan Sertifikat Pemenang Ajang E
Kembali ke Atas



